-->

Sistem Saraf Pada Manusia Paling Lengkap

Sistem Saraf Pada Manusia - Ketika tangan terkena benda tajam, pasti akan langsung menariknya. Itulah yang dinamakan gerak refleks. Gerakan ini menjadi mekanisme di sistem saraf. Dalam sistem saraf manusia, ada tiga hal yang berhubungan. Yaitu input sensoris, integrasi dan output motoris. Jadi ada yang namanya pengantar, pengolahan dan mengirimnya ke tubuh. Untuk proses penyampaian impuls membutuhkan sel saraf (neuron). Pada kesempatan kali ini, chemistryeducenter akan membahas lengkap sistem saraf pada manusia.

Sistem saraf pada manusia paling lengkap chemistryeducenter


Apa Fungsi Sel Saraf (Neuron) ?

Sel saraf (neuron) berfungsi untuk menghantarkan sinyal (impuls) dari reseptor ke pusat saraf, kemudian meneruskan ke efektor. Neuron terdiri dari badan sel saraf, akson (neurit) dan dendrit. di bagian badan sel saraf, terdapat sitoplasma (neuroplasma) dan inti sel (nukleus). Dendrit berupa serabut saraf bercabang dan berfungsi untuk mengantarkan rangsangan dari ujung akson neuron ke badan sel saraf. Sedangkan akson merupakan serabut saraf panjang dan tidak bercabang. Berfungsi untuk menghantarkan rangsangan dari badan sel saraf ke neuron lain.


sel neuron pada manusia
Sumber Gambar: medicalsciencenavigator.com


Akson memiliki selubung mielin yang tersusun atas sel Schwann. Selubung meilin digunakan untuk meningkatkan kecepatan pengiriman rangsangan. Di selubung mielin terdapat nolus yaitu bagian akson yang tidak mempunyai selubung. Fungsinya pun sama untuk mempercepat proses jalannya rangsangan.

Berdasarkan fungsi dan strukturnya, neuron dibagi menjadi tiga yaitu neuron intermediet (asosiasi), neuron sensoris, dan neuron motoris. Pada neuron sensoris terdapat akson pendek dan dendrit panjang. Digunakan untuk membawa implus ke sistem saraf pusat. Neuron intermediet berfungsi sebagai penghubung neuron sensoris dan neuron motoris. Pada neuron motoris juga memiliki akson panjang dan dendrit pendek. Fungsinya untuk menyampaikan rangsangan dari sistem saraf pusat ke efektor.


Apa Itu Proses Penghantaran Rangsangan (Impuls)?

Dalam sistem saraf manusia, terdapat proses penghantaran rangsangan (impuls). Sel saraf saling berhubungan lewat sinapsis, untuk menyampaikan rangsangan ke sistem saraf pusat dan efektor. Di sinapsis, impuls yang disampaikan terjadi satu arah. Sinapsis dapat terjadi di antar neuron sel otot (neuromuscular), antar neuron dan antar neuron kelenjar.

nerve impulse
 Sumber Gambar: www.old-ib.bioninja.com.au


Melalui celah sinapsis, impuls disampaikan dari satu neruon ke neuron lainnya. Celah sinapis terletak diantara neuron. Perantara yang digunakan adalah neurotransmiter. Yang berupa sinyal bentuk cairan senyawa kimia. Contohnya serotonin, asetikolin, dopamin, noradrenalin dan asam aspartat.
Di bagian ujung sinapsis terdapat tonjolan sinapsis. Lalu dibagian neuron yang berfungsi untuk tempat datangnya rangsangan disebut neuron prasinapsis. Sedangkan neuron yang menerima rangsangan disebut neuron postsinapsis. Di neuron juga terdapat membran sel selektif permeabel.

Dengan adanya sifat permeabel membuat perbedaan konsentrasi ion di dalam dan luar membran.
Bila tidak ada impuls, neuron akan beristirahat. Kondisi ini membuat bagian luar membran terdapat ion positif tinggi dan bagian dalam ion negatif tinggi. Kondisi ini dikenal dengan nama potensial istirahat (polarisasi). Bila neuron menerima rangsangan, maka kondisinya berupa sebaliknya. Ion positif berada di dalam dan bagian luar lebih banyak ion negatif. Dari sinilah akan dimulai proses perjalanan rangsangan (impuls). Peristiwa ini disebut dengan potensial aksi.

Proses penghantarannya, dimulai ketika ujung sinapsis menerima rangsangan (Potensial aksi). Akan memicu neurotransmiter pada gelembung sinapsis, menempel di membran sel. Ketika bersatu, neurotransmiter dilepaskan oleh menuju celah sinapsis. Prosesnya mengunakan proses eksositosis. Kemudian neurotransmiter melekat pada molekul reseptor di membran sel target. Proses pelekatan ini membuat lubang ion di membran sel target terbuka/ ion masuk menuju sel target dan menimbulkan potensial aksi. Neurotransmiter akan dipecah oleh enzim dan dikembalikan ke sel pengirim. Proses ini membuat lubang ion menutup.


Susunan Sistem Saraf Yang Perlu Kamu Ketahui !

Sistem saraf manusia, terdiri dari susunan organ saraf yang saling terhubung satu sama lain. Sehingga tubuh melakukan tindakan dari rangsangan tersebut. Berikut ini susunan sistem saraf pada manusia.

  • Sistem Saraf Pusat
    Sistem saraf pusat terdiri dari sumsum tulang belakang dan otak. Keduanya dilindungi oleh membran yang disebut meninges. Seluruh sistem saraf pada manusia dikendalikan otak. Di otak kurang lebih terdapay 12 miliar neuron. Setiap bagian otak memiliki fungsi yang berbeda-beda. Ada yang menerima rangsangan berupa cahaya, sentuhan, tekanan dan lainnya.

    Sedangkan sumsum tulang belakang berfungsi sebagai penghubung antar sistem saraf tepi dan saraf pusat. Selain itu berfungsi untuk menghantarkan rangsangan menuju otak dan juga berfungsi pada gerak refleks. Di bagian tengah sumsum tulang belakang memiliki materi putih dan materi abu. Dibagian abu-abu terdapat akar dorsal dan ventral. Akar ventral terdiri dari badan neuron motoris dan bagian akarnya ke arah efektor. Sedangkan akar dorsal terdiri dari neuron sensoris dan menuju ke reseptor.

  • Sistem Saraf Tepi
    Sistem saraf tepi dibagi menjadi sistem saraf sensoris dan sistem saraf motoris. Sistem saraf sensoris terdiri dari neuron yang berperan membawa rangsangan dari reseptor ke sistem saraf pusat. Sedangkan sistem sarag motoris membawa rangsangan dari sistem saraf pusat ke efektor. Terdapat 12 pasang saraf kranial serta 31 pasangan saraf spinal yang mampu menerima rangsangan berbeda-beda.

    Sistem saraf motoris dibagi menjadi dua yaitu sistem saraf otonom dan somatis. Sistem saraf otonom mengantarkan rangsangan untuk mengatur kerja otot jantung, otot polos, sistem ekskresi, sistem peredaran darah dan sistem endoksin. Sistem ini bekerja tidak sadar dan berlangsung terus menerus. Sedangkan sistem saraf somatis bekerja secara sadar dan membawa rangsangan dari luar. 


Bagaimana Gerak Refleks Terjadi ?

Dalam pembahasan sistem saraf manusia, tentunya harus membahas tentang gerak refleks. Gerak refleks adalah respon neuron sensoris, neuron motoris dan neuron intermediet efektor dan organ sensoris secara bersamaan. Respon yang terjadi sangat cepat. Untuk membuktikan gerakan ini, dilakukan pemukulan pada lutut kaki. Jika kaki bergerak ke atas, berarti gerak refleks terjadi dan responnya bagus.

gerak refleks terjadi
Sumber Gambar : nafiun.com


Ketika terjadi pukulan, neuron sensoris langsung meneruskan rangsangan informasi ke sistem saraf pusat atau ke sumsum tulang belakang serta neuron inteermediet (interneuron). Dilanjutkan ke neuron motoris menuju efektor yaitu sel otot. Respon dari sel otot membuat kaki terangkat. Di waktu yang sama, neuron motoris menerima respon dari interneuron. Sehingga otot paha bawah terhambat dan mengalami relaksasi. Akhirnya tidak dapat menahan gerak otot paha atas.


Apa Saja Gangguan Pada Sistem Saraf Manusia?

Sistem saraf di tubuh manusia juga bisa mengalami gangguan. Seperti penyakit parkinson, stroke, epilepsi, poliomielitis dan lainnya. Penyakit parkinson penyebabnya adalah kurangnya neutransmiter dopamin. Sehingga tangan mudah gemetar, otot kaku dan sulit digerakan. Penyakit ini banyak menyerang orang yang sudah lanjut usia. Yang paling sering kita temukan adalah penyakit stroke, karena kematian sel otak akibat aliran darah terganggu.

Dari penjelasan chemistryeducenter diatas, diharapkan semua siswa lebih paham tentang sistem saraf manusia. Karena sistem ini sangat berpengaruh pada gerakan dan aktivitas yang dilakukan manusia setiap harinya.

Baca Juga : Fungsi Sistem Ekskresi Pada Manusia

0 Response to "Sistem Saraf Pada Manusia Paling Lengkap"

Post a Comment

Artikel Terpopuler

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel